Buku ini ditulis dan sedikit dikembangkan dari naskah tugas akhir berupa paper di PPI 99 Rancabango Garut, saat menjadi santri tahap akhir (2006 – 2007), dengan judul “Pengentasan Kemiskinan menurut Dr. Yusuf Qaradhawi. Ketika itu, penulis tertarik mengangkat tema kemiskinan karena secara pribadi penulis merasa berasal dari keluarga miskin dan hidup di tengah masyarakat miskin pedesaan agraris dan nelayan. Oleh karena itu, penulis memiliki kebencian yang mendalam terhadap kemiskinan.
Penulis merasakan hidup pada masa kecil tinggal di perumahan sekolah tempat Bapak mengajar. Perumahan tersebut tidak berlantai, melainkan diplester menggunakan adukan semen dan pasir, satu-satunya rumah di kompleks sekolah dan langsung bersebelahan dengan area pemakaman. Perumahan itu sesungguhnya tidak layak huni, sehingga tubuh penulis dan kakak penulis hingga menjelang masuk sekolah masih memiliki bekas-bekas hitam akibat gigitan kamitetep (Phereoeca uterella). Selain itu, rumah tersebut tidak memiliki toilet dan kamar mandi. Untuk buang air besar, kami harus berjalan kaki sekitar lima menit dan menumpang di pancuran kolam milik salah seorang warga. Sementara itu, untuk mandi dan mencuci pakaian biasanya dilakukan di sungai dengan berjalan kaki sekitar 10–15 menit.





